Posted on Leave a comment

Informasi Seputar Bunga Anggrek untuk Memperluas Pengetahuanmu

informasi-seputar-bunga-anggrek-untuk-memperluas-pengetahuanmu

Informasi Seputar Bunga Anggrek untuk Memperluas Pengetahuanmu – Bunga anggrek adalah salah satu style tanaman hias yang punya pesona terlalu indah. Tak heran jika bunga indah ini dijadikan sebagai salah satu bunga nasional Indonesia.Selain itu, bunga anggrek terhitung punya banyak ragam style yang memukau khalayak ramai.

Informasi Seputar Bunga Anggrek untuk Memperluas Pengetahuanmu

informasi-seputar-bunga-anggrek-untuk-memperluas-pengetahuanmu

xrelay.net – Apakah anda penasaran mengenai seluk-beluk dan informasi seputar bunga anggrek? Nah, saat ini anda berada di tempat yang pas sebab artikel ini menyajikan informasi seputar bunga anggrek yang akan menjawab rasa penasaranmu.

Kembang yang tenar dengan sebutan orchid ini sebenarnya punya banyak ragam spesies dengan berbagai warna dan bentuk. Tak heran jika orchid terlalu digemari oleh para khalayak. Selain itu, tersedia fakta unik dibalik keindahannya.

Pada zaman dahulu, orang-orang beranggap bunga ini sebagai lambang kesuburan dan kejantanan. Sebuah fakta yang mencengangkan, bukan? Apabila anda dambakan mengetahui fakta-fakta menarik lainnya, mgslotonline bacalah artikel ini hingga habis.

Sejarah

Tahukah anda jika kembang ini udah tersedia sejak jutaan tahun yang lalu? Tepatnya 83-75 juta tahun lantas atau terhadap zaman Kretaseus, bunga indah ini udah tumbuh seiring dengan hewan yang udah punah, dinosaurus. Sayangnya, habitat asli kembang ini tidak diketahui, tapi penyebaran terbanyak terkandung di negara-negara di Asia Tenggara, Jepang, hingga Amerika.

Kembang ini tenar di dunia dengan sebutan orchid. Penggunaan nama ini untuk pertama kali ditemukan di dalam buku Enquiry into Plants terhadap tahun 300 Masehi.

Nama selanjutnya pertama kali disebutkan oleh seorang ahli botani berasal dari Yunani bernama Theophrastus. Kemudian terhadap abad ke-1, udah diputuskan secara formal bahwa kembang selanjutnya dinamai dengan sebutan orchid.

Di Asia, dulunya kembang ini dijadikan sebagai ide filsuf-filsuf besar di dalam menciptakan karya sastra. Mereka memelihara orchid di kamar dan menulis sebuah puisi yang memuji aroma dan keindahan kembang ini.

Pada zaman dahulu, tersebar mitos bahwa orchid digunakan sebagai lambang kesuburan dan kejantanan. Orang-orang terdahulu memercayai jika konsumsi orchid muda, bisa saja besar si pengonsumsi akan punya anak laki-laki. Sebaliknya, jika konsumsi orchid tua, yang lahir adalah anak perempuan.

Selain itu, tersebar pula mitos mengenai scorpion orchid atau anggrek kalajengking. Berdasarkan keyakinan orang-orang terdahulu, siapa saja yang memelihara orchid selanjutnya akan ditimpa kesialan dan ada problem hidup.

Ciri-Ciri Bunga Anggrek

Anggrek terhitung di dalam bunga yang gampang dibedakan berasal dari tanaman lain. Hal selanjutnya sebab kembang ini berbagi sebagian karakteristik turunan yang mampu dilihat secara kasat mata.

Lalu bagaimanakah ciri-cirinya? Berikut uraian bunga anggrek yang mampu anda simak di bawah ini!
Akar

Bunga yang punya nama ilmiah Orchidaceae ini punya akar yang berupa silinder dengan ujung runcing, lunak, dan gampang patah. Warna akarnya putih keperak-perakan dengan ujung akar berwarna hijau. Ketika udah menua, akarnya akan berubah warna menjadi coklat dan kelihatan kering.

Informasi Seputar Bunga Anggrek untuk Memperluas Pengetahuanmu

Selain itu, akarnya terhitung mengandung filamen atau lapisan luar yang terdiri berasal dari sebagian lapis sel berongga yang transparan. Filamen ini berguna untuk menaruh air selama sistem evapotranspirasi. Selain itu, lapisan selanjutnya terhitung punya manfaat untuk menyerap air, melindungi bagian di dalam akar, dan juga membantu akar supaya mampu menempel terhadap benda yang ditumpanginya.
Batang

Orchidaceae punya batang dengan wujud yang bervariasi, tersedia yang berupa ramping, gemuk, atau tebal di bagian spesifik saja. Pada dasarnya, batangnya diklasifikasikan menjadi dua tipe, yakni monopodial dan simpodial.

Tipe sympodial punya batang utama dan berumbi semu (pseudobulb) dengan perkembangan ujung batang yang terbatas. Perkembangan batang style sympodial akan berhenti disaat menggapai batas maksimum yang berbeda-beda bergantung berasal dari jenisnya.

Lalu, perkembangan baru akan dilanjutkan oleh tunas anakan yang tumbuh di samping batang. Tunas anakan selanjutnya tumbuh berasal dari akar yang membuka dengan tanaman induk. Tangkai bunganya akan tumbuh berasal dari samping pseudobulb atau ujungnya.

Sedangkan, untuk style monopodial, batang utama berupa ramping dan tidak berumbi. Pertumbuhannya secara vertikal dan tidak punya batas, lebih-lebih mampu menggapai ketinggian yang menakjubkan. Tangkai bunganya akan tumbuh di antara ketiak daun.

Daun

Daun berasal dari Orchidaceae punya banyak ragam bentuk, salah satunya adalah berupa oval. Selain itu, tersedia pula yang punya wujud seperti telur terbalik, di mana daun bagian atas melebar dan bagian pangkal kurang lebar.

Uniknya, daun yang punya ketebalan banyak ragam ini tidak punya tangkai atau seutuhnya menempel terhadap batang. Bagian tepinya tidak bergerigi dan punya ujung daun yang terbelah.

Susunan daunnya berselang-seling atau saling berhadapan dengan posisi tulang daun yang sejajar. Sedangkan untuk warnanya bervariasi, tersedia yang hijau, hijau tua, kekuningan, atau bercak-bercak.
Bunga

Bunga anggrek punya banyak ragam warna yang indah dan mencolok. Tak heran, jika banyak serangga yang tertarik hinggap di atasnya untuk menyita nektar. Secara langsung, perihal selanjutnya ikut membantu penyerbukan bunga ini.

Bagian-bagian berasal dari Orchidaceae adalah kelopak (sepal), mahkota (petal), benang sari (stamen), putik (pistil), dan calon buah (ovarium). Sepal adalah pelindung Orchidaceae yang paling luar disaat belum mekar alias tetap kuncup.

Tumbuhan ini punya tiga helai sepal yang berupa sama, cuma saja peletakannya berbeda. Ada satu yang letaknya di atas dan dua lainnya di bawah bunga. Untuk sepal bagian atas disebut dengan sepalum dorsale, dan untuk yang bawah disebut dengan sepalum lateralia.
Biji

Orchidaceae mengandung ribuan hingga jutaan biji halus yang berwarna kuning hingga cokelat. Biji bunga anggrek tidak membawa endosperma atau jaringan penyimpan cadangan makanan seperti yang dimiliki oleh tumbuhan-tumbuhan lainnya.

Pembudidayaan tumbuhan ini melalui biji akan sukar ditunaikan sebab ukurannya terlalu kecil dan gampang supaya terlalu gampang tertiup angin. Hanya saja, seandainya bijinya terbawa angin dan menempel terhadap sarana yang tepat, maka akan berkecambah dan tumbuh.

Perkembangbiakan

Perkembangbiakan tanaman ini terhitung punya sistem yang tidak jauh berbeda dengan bunga-bunga lainnya. Adapun prosesnya dibagi menjadi dua, yakni generatif dan vegetatif. Simak ulasan di bawah ini supaya anda lebih memahaminya.
Generatif

Perkembangbiakan secara generatif adalah sistem penyerbukan terhadap bunga yang berjalan dengan sendirinya. Proses ini berjalan seandainya benang sari jatuh terhadap putik yang berasal berasal dari bunga itu sendiri.

Ada pula penyerbukan tetangga, yakni jatuhnya benang sari ke kepala putik terhadap bunga yang berbeda tapi tetap satu pohon. Atau mampu terhitung sistem penyerbukan silang, di mana serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga yang berbeda pohon tapi tetap sejenis.

Proses perkembangbiakan secara generatif ini umumnya dibantu oleh serangga yang menghinggapinya, seperti kupu-kupu atau kumbang, Pada saat serangga selanjutnya menyita nektar, sebagian serbuk sari akan menempel terhadap kakinya.

Saat serangga selanjutnya hinggap di bunga lain, maka secara otomatis serbuk sari itu ikut menempel di kepala putik bunga yang baru. Sehingga terjadilah sistem penyerbukan. Selain serangga, sistem ini terhitung mampu dibantu oleh hembusan angin yang memindahkan ke benang sari ke kepala putik bunga lain.
Vegetatif

Terjadinya sistem perkembangbiakkan vegetatif ini tidak melalui sistem penyerbukan. Setiap orchid punya buah yang akan pecah disaat matang. Bagian sedang buah akan merekah dan keluarlah biji-biji kecil yang menyerupai tepung.

Sayangnya, biji orchid ini tidak punya cadangan makanan sendiri supaya tidak mampu berkecambah. Oleh sebab itu, dibutuhkan pasokan makanan berasal dari jamur yang hidup di dalam akar orchid dewasa atau disebut mikoriza supaya mampu berkecambah. Teknik mengembangbiakan orchid ini udah banyak diterapkan oleh pembudidaya bunga.